Monitor Ekspres
Daerah Hukum Tulang Bawang Barat

Cabuli Santriwatinya, Pengasuh Ponpes di Tulangbawang Barat, Tahun Baru Menginap di di Rutan

PANARAGAN (MonitorEkspres.com) – Pengasuh Pondok Pesantren di Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, berinisial AA (45), diamankan Polisi atas dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur. Sabtu (31/12/2022).

Pelaku diamankan Say Reskrim Polres Tubaba karena tega menyetubuhi 3 orang santriwatinya yang masih dibawah umur, diantaranya berinisial HH (15), RH (15) dan SM (17) .

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P. Silalahi, yang diwakili oleh Kasat Reskrim Iptu Dailami menjelaskan, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula Pada Hari Jumat tanggal 23 Desember 2022 sekira pukul 00.00 di rumah terduga pelaku AA yang beralamat di Tiyuh Tirta Makmur Tulangbawang Tengah, telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh pemilik pondok pesantren Hidayatul Salafiah An. AA kepada korban An. HH, RH dan SM yang merupakan santri pondok tersebut.

Pada awalnya para korban dipanggil saat melakukan sholat tahajud untuk masuk ke dalam rumah terduga pelaku An. AA dengan dalih meminta tolong untuk dibuatkan teh, kemudian saat masuk ke dalam rumah korban dipaksa untuk masuk ke dalam kamar, dan pelaku seketika melakukan persetubuhan dengan korban dengan membujuk korban agar mendapat kan ‘BAROKAH‘ dari Tuhan, setelah melakukan hal tersebut, keesokan harinya korban menceritakan kejadian tersebut kepada ibu korban dan keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulangbawang Barat.

Kronologis pengungkapan yaitu pada saat Penyidik pembantu satreskrim unit 4 melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi lalu melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, kemudian terlapor mengakui bahwa dianya telah melakukan percabulan terhadap saksi saksi korban sehingga penyidik melakukan gelar perkara penetapan tersangka dipimpin oleh kasat reskrim selanjutnya tersangka dilakukan pemeriksaan dan di amankan di dalam Rutan Polres setempat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Jo pasal 76e dan atau Pasal 81 Jo Pasal 76d, Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Iptu Dailami. (**)

Editor : Sayuti
Reporter : Yudhistira

Related posts

Pemkot Metro Raih Nilai Tertinggi Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik se-Lampung

admin

Sikapi 4 Persoalan Isu Nasional, Aliansi Masyarakat Lampura Lakukan Aksi Gabungan

admin

Ketua PP Harapkan Perhatian Khusus Perbaikan Jalan Poros Kecamatan Abung Tengah

admin