Monitor Ekspres
Berita umum Daerah Tanggamus

Ketua PWRI Tanggamus Minta Komisi Pengawas Jaksa dan Hakim, Tegak Lurus Dalam Bersikap

TANGGAMUS (MonitorEkspres.com) – Bergulirnya Proses hukum terkait penganiayaan wartawan oleh oknum kepala Pekon Way Nipah, Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, menuai kecaman dari berbagai Kalangan, Jum’at (15/09/2023).

Kasus penganiayaan wartawan oleh oknum kepala Pekon Way Nipah yang dimulai sejak akhir Februari 2023 lalu, hingga sidang perdananya pada rabu 13 september 2023, perkara penganiayaan terhadap Wartawan, Sumantri oleh kepala Pekon Way Nipah, Apriyal tersebut barulah digelar.

Hal itu mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Ketua PWRI Tanggamus, Warmansyah. Saat ditemui diruang kerjanya, pada Jum’at 15 september lalu.
Menurutnya terkait penganiayaan wartawan Sumantri, dirinya selaku ketua PWRI Tanggamus meminta komisi pengawas jaksa dan pengawas hakim dapat tegak lurus dalam bersikap.

“Jangan takut dan jangan pernah terlibat gratifikasi, Karena kami akan mengawal sampai dengan tuntas.
Proses hukum berjalan, kami juga melaporkan Kakon Way nipah kepada inspektorat agar yang bersangkutan di berhentikan dari jabatan nya,” tegas ketua PWRI Tanggamus, Warmansyah.

Diketahui bersama, dalam sidang perdana tersebut, yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung Nugraha Medica Prakarsa.
Pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desti dan Andi Purnomo di Pengadilan Negeri Kotaagung, dihadiri langsung oleh Kakon Way Nipah Apriyal dengan beberapa rekan sesama kepala Pekon.

Dalam sidang tersebut, terdakwa Apriyal menjawab keberatan dengan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sehingga isi keberatan dari terdakwa Aprial akan dibacakan pada Rabu 20 September 2023 mendatang.

Terpantau dilokasi Aprial didampingi oleh puluhan Kepala Pekon lain untuk menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Kotaagung yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut.

Dalam hal itu, Humas Pengadilan Negeri Kotaagung, Murdian menjelaskan, untuk agenda sidang perkara dugaan penganiayaan tersebut merupakan sidang pertama yaitu sidang pembacaan dakwaan dari penuntut umum, dimana jaksa penuntut umum menghadirkan terdakwa di persidangan berdasarkan dakwaan.

“Dakwaan itulah yang diambil dari proses sebelumnya dari proses penyelidikan dan penyidikan sehingga diformulasikan dalam suatu bentuk surat yang dibacakan oleh penuntut umum tadi” jelasnya.

Lebih lanjut Murdian memaparkan di dalam dakwaan itu terdapat pasal-pasal yang dibacakan oleh penuntut umum berkaitan dengan dugaan perbuatan tindak pidana yang telah dibacakan.

“Tadi terdakwa menyampaikan keberatan kepada Hakim Ketua, sehingga Rabu depan persidangan dilanjutkan dengan pembacaan keberatan dari terdakwa” paparnya.

Sidang penganiayaan terhadap wartawan dilaksanakan secara transparan, karena persidangan yang mendakwakan pemangku jabatan publik dilakukan baru pertama kali di kabupaten Tanggamus.

Insan Pers berharap dan menekankan Kepada Pengadilan Negeri Tanggamus memutuskan dengan seadil-adilnya, karena selama ini banyak wartawan/pers/media di perlakukan tidak manusiawi oleh pemangku jabatan publik seperti Kepala Pekon. Demi ditegakkan marwah media/wartawan/pers di kabupaten Tanggamus.
(Tim).

Editor : Sayuti
Reporter : Yudha

Related posts

Jelang Akhir Jabatan Bupati Tubaba, Permasalahan Tanah Belum Selesai

admin

Wabup Fausi Hasan Melepas Peserta Perlombaan MTQ Ke 48 Tingkat Provinsi Lampung

admin

PWI Bertekad Mengawal Pemberitaan Berkualitas dan Berimbang, Jokowi Minta Wartawan Patuhi Kode Etik Jurnalistik

admin