Monitor Ekspres
Berita umum Daerah Tanggamus

Ditemukan Banyak Kejanggalan Pada Realisasi Anggaran Tahun 2022 di Pekon Ampai Tanggamus

TANGGAMUS (MonitorEkspres.com) – Sebelumnya lembaga LPAKN RI Projamin telah melaporkan kepala Desa Pekon Ampai Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, yang di pimpin oleh Joni Saputra atas dugaan pungutan liar dan penggelapan bantuan langsung tunai (BLT DD) tahun 2021-2022 tak hanya itu saja dimana realisasi dana desa di tahun 2022 juga diduga anggaran banyak di Mark up Kepala Desanya. Rabu (04-10-23).

Dan lebih hebatnya lagi lembaga LPAKN RI Projamin menemukan lagi ada sedikit kejanggalan untuk realisasi gaji untuk tim relawan Covid 19, dimana beberapa relawan memberikan kejelasan bahwa mereka hanya digaji cuma hanya 2 kali saja dalam satu tahun pada 2022 sebesar Rp 75.000 dan total Rp.150.000 saja.

Perlu kita ketahui realisasi nya untuk gaji relawan di Pekon Ampai ini adalah sebanyak 240 orang kerja dan gaji 85.000.dengan total Rp.20.400.000.00
Dari sinilah bisa kami duga ada penilapan anggaran dan gimana kalau kita hitung satu tahun, dan seragam relawan sebanyak 35 potong dan harga Rp.180.000.00 dengan total Rp.6.300.000.00 dan total keseluruhan sebanyak Rp.123.000.000.00

Helmi sebagai ketua LPAKN RI Projamin Sudah memberikan informasi kepada pihak Kejari Tanggamus maupun pihak inspektorat untuk bahan tambahan laporan kami

“Dimana kami dari lembaga LPAKN RI projamin memohon kepada pihak Kejaksaan negeri (KEJARI)Tanggamus jika memang ada hukum untuk kepala desa yang melakukan pemotongan BLT DD mohon tegakkan keadilan bagi masyarakat yang lemah, karena sudah jelas hukuman pungli itu ada, apalagi ini adalah pegawai pemerintah desa,” harap Helmi

Sebelumnya kasi intel pihak Kejari Tanggamus Apriyono SH MH menjelaskan bahwa laporan terkait pekon ampai hingga saat ini penanganan APIP (INSPEKTORAT TANGGAMUS)

“Dan kami juga sebelumnya meminta konfirmasi kepada sekretaris inspektorat yang di pimpin Gustam, terkait laporan pekon ampai saat ini masih dalam proses irbansus atau irban 4 dan kami Minggu kemarin sudah melakukan pemanggilan pihak aparat desa pekon ampai.

Sekali lagi kami dari pihak lembaga pemantau aset keuangan negara projamin menghimbau pihak aparat penegak hukum di Tanggamus jika memang dugaan pungli dan penggelapan ini maupun korupsi dana desa ini terbukti mohon tegakkan hukum setegak tegaknya di wilayah hukum kab Tanggamus Lampung ini.” tutup HELMI ketua LPAKN RI projamin. (tim)

Editor : Sayuti

Related posts

Serahkan Sertifikat Redis, Bupati Pesawaran Minta Jaga Dengan Baik

admin

Keluarga dan Sahabat Meriahkan Anniversary Biro Koransatu.id Lampura

admin

Relawan JPKP Tubaba Kunjungi Pasutri Penderita Stroke

admin