Monitor Ekspres
Headline Metro

Ketua Srikandi Pendekar Banten Endang Rualiana: Legislatif dan Ekskutif Stop Saling Tuding, Rakyat Metro Butuh Solusi Bukan Drama

Metro//Monitor ekspres.com – Ketua Srikandi Pendekar Banten Silat & Seni Debus Surosowan Lampung yang juga Politisi PDI Perjuangan, Endang Rualiana, menyampaikan kritik tajam namun konstruktif kepada jajaran legislatif dan eksekutif Kota Metro.

Endang Rualiana menegaskan, sebagai tokoh publik dan pemangku kebijakan, legislatif dan eksekutif tidak boleh terjebak pada budaya kritik seremonial tanpa ujung.

“Bismillah, Saya Endang Rualiana, Srikandi Surosowan Lampung, bicara sebagai anak Kota Metro. Saya malu kalau DPRD dan Pemkot Metro cuma pinter debat di ruang sidang, tapi di lapangan rakyat masih kebanjiran, jalan masih bolong, UMKM masih susah,” tegas Endang, Selasa(09/06/2026).

TIGA TEGURAN SRIKANDI UNTUK LEGISLATIF & EKSEKUTIF KOTA METRO:

1. STOP KRITIK TANPA SOLUSI. ITU TIDAK ELOK
“Legislatif tugasnya bukan cuma kritik eksekutif di koran. Kalau cuma bisa nunjuk-nunjuk salahnya Walikota, tapi nggak pernah bawa solusi anggaran, itu namanya bukan mengawasi. Itu namanya cari panggung. Rakyat Metro sudah capek denger drama. Rakyat butuh jalan keluar. Kritik itu wajib, tapi harus satu paket dengan solusi. Kalau nggak bisa, jangan jadi wakil rakyat”.

2. EKSEKUTIF JANGAN ANTI KRITIK, LEGISLATIF JANGAN ANTI KERJA
“Pemkot Metro jangan baperan kalau dikritik DPRD. Dan DPRD jangan cuma jago kandang pas rapat. Turun bareng ke pasar, ke kampung banjir, ke sentra UMKM. Duduk satu meja, bikin tim gabungan, beresin masalah. Ingat pesan Imam Ali as: ‘Wa la taghful, falasta bimaghfulin ‘anka’. Allah nggak lalai ngawasin kalian berdua. APBD itu uang rakyat Metro. Setiap rupiah harus jadi solusi, bukan jadi bahan debat kusir.”

3. TOKOH ITU PEMERSATU, BUKAN PEMECAH
“Saya sebagai Politisi PDI Perjuangan dan Srikandi Pendekar Banten, malu kalau elite Kota Metro masih ribut sendiri. Motto kita ‘Bela Diri, Bela Bangsa, Bela Negara, NKRI Harga Mati’. Belanya mana kalau legislatif dan eksekutif nggak akur? Kota Metro ini rumah kita. Kalau atap bocor, bapak sama ibu harus benerin bareng, bukan malah saling salahin. Yang rugi siapa? Rakyat.”

“Karena itu, atas nama Srikandi Debus Surosowan Lampung, saya menantang dengan hormat Ketua DPRD Kota Metro dan Walikota Metro duduk bareng publik 1 minggu ini. Gelar Rembuk Akbar ‘Metro Benah Bareng’. Undang tokoh adat, ulama, jawara, pemuda,LSM,Media emak-emak pasar. Bahas 3 masalah prioritas Metro, bikin timeline, tanda tangan komitmen bersama di depan rakyat.”

“Kalau berani, itu baru namanya negarawan. Kalau nggak berani, berarti memang cuma jago seremonial. Dan Surosowan Lampung nggak akan diam. Srikandi turun tangan bukan buat demo, tapi buat ngawal kebijakan pro rakyat sampai tuntas.”

‘Zuhudlah dalam berkuasa. Artinya, jabatan itu buat melayani, bukan buat dilayani. Gaspol kerja untuk rakyat Kota Metro, hasilnya serahkan pada Allah,”tutupnya.(**) Arwan

Related posts

DPD GANMN  Metro Kembali Road Show Ke sekolah Terkait Bahaya Narkoba dan Miras

admin

PDI-P Beri Rekomendasi Anna-Fritz Ikuti Pilkada Metro

admin

Basuki Masuk Bursa Wakil Ketua DPRD Metro

admin