Metro//Monitor ekspres.com – Sangatlah miris dan sedih sekali keadaan anggaran keuangan Kota Metro yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan, nasib yang dialami oleh beberapa pemilik perusahaan media maupun kepala bironya, sehingga menjadi keluhan dan tidak biasa seperti tahun tahun sebelumnya setelah munculnya pengaruh efisiensi.
Hal ini disampaikan oleh salah satu Sekertaris Organisasi Media di Kota Metro ini dan sekaligus selaku Kepala Biro beberapa media yang dipegang olehnya yaitu Arwansyah menceritakan bahwa, sangatlah miris keadaan tahun 2026 akan perkembangan kehidupan tentang perjalan nasib pemilik perusahaan media online,cetak maupun streaming tv atas MOU antara pemilik media maupun kepala biro dengan pemerintah daerah khusus kota metro .
Yang biasa setiap tahun dianggarkan di APBD Murni MOU Diskominfo dan DPRD Kota Metro dengan seluruh pemilik Media jurnal cetak maupun elektronik tv, akan tetapi untuk ditahun 2026 ini sangatlah terasa sedih, pemerintah kota metro hanya menganggarkan Diskominfo maupun DPRD hanya berbajet 200 juta saja, dan dibagi oleh sekian ratus media yang ada di kota metro ini.Sehingganya untuk Media cetak saja khususnya advetorial atau yang biasa disebut adv itu untuk di APBD murni ini saja tidak ada.
Sehingganya menimbulkan pertanyaan bagi para pemilik perusahaan media , apakah memang benar pemerintah kota metro ini sudah tidak lagi memikirkan nasib para pemilik media maupun kepala bironya, untuk melakukan pencairan yang biasa tahun tahun sebelumnya itu lancar lancar saja ,dan di awal kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Bambang – Rafiq pernah mengundang seluruh ketua dan sekretaris organisasi untuk pembahasan terkait pembangunan kota metro ini dan MOU pemerintah setempat dengan seluruh pemilik media maupun kepala bironya.
Dalam acara coffe morning tersebut yang terlaksana di tahun 2025 kemarin di rumah dinas walikota metro yang dihadiri oleh Walikota Metro ,Kepala BPKAD Supriyadi ,Kepala dinas Putr Ardah dan PLT Kepala Bappeda Yeri Ikhwan , perwakilan dari Diskominfo Sekertaris Yudha dan Kadis Kominfo Sri Amanto saat itu , beserta tamu undangan 27 Ketua dan sekertaris Organisasi Media.Pembahasan terkait pembangunan kota metro salah satunya Walikota metro menjanjikan akan memberikan hibah tanah untuk pembangunan kantor organisasi bagi yang belum memiliki Kantor dan MOU pemerintah daerah kota metro dengan pemilik media maupun kepala biro akan diusahakan menjadikan kemitraan yang baik dan akan mengkordinir seluruh media agar dapat advetorial yang lebih baik dan banyak dari tahun tahun sebelumnya, akan tetapi kenyataannya itu hanya harapan palsu yang diungkapkan saat itu untuk menghindari dari pemberitaan yang tidak baik.
Semua itu hanyalah harapan palsu yang dijanjikan Walikota metro beserta jajarannya saat coffe morning berlangsung dirumah dinas Walikota saat itu yang terjadi tepatnya tahun 2025, efisiensi itu hanyalah alasan saja , kegiatan Pemkot Metro tetap berjalan , perjalanan dinas Walikota beserta beberapa camat maupun lurah sekota metro dan beberapa OPD tahun 2025 Kemarin, itu anggaran dari mana kalo tidak Anggaran APBD yang dipergunakan .Apa hasil dari perjalan dinas luar kota tersebut dengan beberapa camat dan lurah sekota metro beserta beberapa kepala OPD, itu tidak adakan hasilnya hanyalah menghamburkan uang saja sehingganya nasib media hingga sampai dengan hari ini tidak jelas kemitraannya.
“Saya selaku Sekertaris Organisasi media dan Kepala biro dari beberapa Media cetak , Online maupun streaming tv berharap kepada pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan kepedulian terhadap media agar kami dapat hidup normal kembali dengan adanya advetorial secara normal seperti tahun tahun sebelumnya baik dari dinas Kominfo maupun DPRD Kota metro,”jelasnya Arwan .Sabtu (18/07/2026).
Lebih lanjut Arwan mengatakan, selain pembangunan saja yang dipikirkan alangkah baiknya media juga dibangun kembali kemitraannya , buktikan bahwa pemimpin daerah bukan hanya mengedepankan pencitraan dan penghargaan saja akan tetapi buktikan bahwa sebagai pemimpin daerah itu harus bijaksana dan berwibawa ,dan dapat bertanggungjawab bukan dengan masyarakat kota metro saja , seluruh Media maupun Organisasi Media juga harus dipikirkan bukan sekedar janji dan omon omon saja,” tutupnya .
Penuh harapan, pikirkan pembangunan daerah yang terbengkalai serta bangun kembali kemitraan dengan seluruh pemilik media yang berada disekitarnya, buktikan bahwa itu bukan sekedar ucapan saja tapi laksanakan sesuai dengan tanggung jawab selaku Kepala daerah khususnya Walikota.
Penulis: Arwansyah Putra
(Sekertaris Organisasi Gabungan Wartawan Indonesia/GWI dan sekaligus Kepala Biro Media online dan streaming Tv Monitor ekspres.com, Queen News.co, KPK, Gema Nusantara News dan Skh Monitor Post )
