PANARAGAN (MonitorEkspres.com) – Dua Point Penting yang menjadi syarat mutlak beroperasinya dapur MBG, pertama harus mempunyai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kedua adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Tidak terkecuali Dapur SPPG MBG Tirta Kencana 3 SPPG KYNETA yang berada di Tiyuh Tirta Kencana RW 07, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulangbawang Barat telah mengantongi dua poin tersebut.
Melansir dari kemenkes.go.id SLHS MBG adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang wajib dimiliki oleh seluruh dapur atau unit pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sering disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dikatakan Kepala Dapur MBG, Andrisal,SE ini bahwa Sertifikat ini menjamin bahwa makanan yang disajikan aman, bersih, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan untuk mencegah keracunan.
“Tujuannya untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa, ibu hamil, dan lansia aman, higienis, dan tidak menyebabkan penyakit dan setiap dapur SPPG wajib memiliki sertifikat ini sebagai prasyarat operasional,” ungkapnya.
SLHS itu sendiri yang mengeluarkan adalah Dinas Kesehatan setempat yang akan memeriksa kebersihan dapur, kualitas air, kesehatan penjamah makanan (relawan), dan prosedur pengolahan bahan baku dan diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setelah verifikasi dan inspeksi lapangan.
Sertifikat ini bukan hanya dokumen legalitas, tetapi juga sebagai jaminan kualitas kesehatan bagi penerima manfaat program MBG
Selanjutnya terkait untuk IPAL Domestik dalam MBG adalah sistem pengolahan limbah cair khusus yang dirancang untuk menangani limbah dapur seperti sisa makanan, lemak/minyak, air cucian dari dapur program MBG. Sistem ini mencegah pencemaran lingkungan, menjaga sanitasi dapur, dan memastikan air limbah memenuhi baku mutu sebelum dibuang.
Dikatakan Asisten Lapangan Robisani, bahwa Poin Penting IPAL Domestik MBG adalah yang fungsi utamanya mengolah air limbah dapur yang berlemak dan organik tinggi.
“Ipal ini telah memenuhi standar dapur kita dan dari hasil sidak dari Satgas MBG ini dinyatakan aman,” ungkapnya.
Dari penelusuran Awak Media Teknologi yang dipakai menggunakan kombinasi pengolahan fisik (penyaringan lemak) dan biologis (bakteri pengurai), dengan tujuan menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan dapur, sehingga mendukung keberhasilan program MBG, serta menghindari pencemaran tanah dan saluran air.
IPAL Domestik MBG berfungsi sebagai keamanan dapur untuk menjaga limbah agar tidak berbau, air tetap jernih, dan tidak mencemari lingkungan.
Editor : Sayuti
Reporter : Yudhistira
