Bandar Lampung Daerah Lampung Sosok

Dosen Institut Teknologi Sumatera Kembangkan Metode Pembelajaran Interaktif Dalam Jaringan

BANDAR LAMPUNG (14/4/2021) – Dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Harits Setyawan, S.Pd., M.Pd., mengembangkan metode pembelajaran interaktif dalam jaringan.

Harits sapaan akrab Harits Setyawan ini mengungkapkan bahwa perkuliahan dalam jaringan memberikan banyak tantangan baik bagi mahasiswa maupun dosen.

Katanya, meski dalam metode ini masih sering dijumpai permasalahan-permasalahan seperti : jaringan internet yang tidak stabil, peralatan elektronik yang tidak mendukung, dan hal-hal lainnya yang sering muncul saat perkuliahan, namun ia mengatakan tetap semangat mengembangkan metode pembelajaran interaktif dalam jaringan.

Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun mengajar bahasa Inggris, Harits menyadari sepenuhnya pentingnya adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran. Akan tetapi interaksi tersebut saat ini terkendala karena pembelajaran dilakukan dalam jaringan. Oleh karena itu melalui studi yang dilakukannya, Harits mengembangkan metode pembelajaran interaktif dalam jaringan untuk mata kuliah membaca kritis.

“Jumlah peserta yang ideal adalah 30-40 mahasiswa. Dengan demikian hanya terdapat 2 slide yang akan memudahkan dosen dalam memantau aktifitas mahasiswa. Selain itu ketika mahasiswa memiliki masalah dengan jaringan internet dan secara tiba-tiba keluar dari aplikasi perkuliahan daring, tidak akan mempengaruhi susunan peserta dalam tampilan slide yang akan memudahkan dosen dalam menemukan mahasiswa,” jelas Harits.

Harits menambahkan, perkuliahan dibuka dengan memberikan mahasiswa pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang akan dipelajari. Dosen menawarkan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kemudian. Jika tidak ada mahasiswa yang bersedia untuk menjawab pertanyaan, maka dosen akan memilih beberapa mahasiswa untuk menjawab pertanyaan dengan menggunakan permainan. Setelah mendapatkan beberapa mahasiswa, dosen mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang akan dipelajari.

“Apabila mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan, mereka akan mendapatkan rewards bisa berupa membacakan puisi, menyanyikan lagu, atau hal lainnya. Kemudian, dosen kembali mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah selesai menyampaikan materi dengan langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya,” tutup Harits. (Bim/Red)

Related posts

Buka Tournament Volleyball, Anna-Fritz di Doakan Warga Menangi Pilkada

admin

Tiyuh Panaragan Laksanakan Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh

admin

Operasi Yustisi Wilayah Hukum Polres Tuba Barat Akan Segera di Laksanakan

admin