Monitor Ekspres
Bandar Lampung Headline

Rekor Muri!!! 99 Pendekar Banten dan 99 Jawara Lampung Bakal Gelar Debus Surosowan Kolosal di K-FEST 2026

Bandar Lampung//Monitor ekspres.com – Pendekar Banten Silat & Seni Debus Surosowan Lampung di bawah pimpinan H. Tb Ismail S, S.H., siap pecahkan sejarah di Krakatau Festival / K-Fest 2026. Sebanyak 198 pendekar akan kolaborasi dalam pentas _“Debus Kolosal: Dari Surosowan Banten untuk Nusantara”_ di _opening ceremony_ K-Fest 2026, Agustus 2026, Lapangan Korpri / PKOR Way Halim. Senin 08/06/2026).

K-FEST 2026: THE LEGACY OF KRAKATOA
K-Fest 2026 adalah rebranding besar Krakatau Festival, agenda tahunan Pemprov Lampung. Mengusung tema “From Culture to Future” K-Fest 2026 ditargetkan menyedot 500 ribu pengunjung dan masuk ,Top 10 Karisma Event Nusantara Kemenparekraf. Event ini jadi etalase budaya Lampung kelas dunia, mengundang delegasi Nusantara & internasional.

MENGAPA DEBUS SUROSOWAN HARUS TAMPIL?

Ketua Pendekar Banten Silat & Seni Debus Surosowan Lampung H. Tb Ismail S, S.H. menegaskan 3 makna penting:

1. TALI BATIN SEJARAH: LAMPUNG-BANTEN SERUMPUN
“Dulu Lampung adalah bagian dari Kesultanan Banten. Debus Surosowan adalah warisan Sultan Banten abad ke-16 untuk melatih mental baja prajurit. Pentas di K-Fest 2026 adalah ziarah budaya. Kami pulang ke rumah leluhur,” tegas Tb Ismail.

2. ANGKAT MARWAH JAWARA: PENJAGA ADAB, BUKAN PREMAN
Debus Surosowan berisi dzikir, silat, dan ilmu kekebalan yang lahir dari tauhid. “Kami mau nunjukin ke dunia: jawara itu penjaga adab & budaya. Prinsip kami jelas: Merangkul bukan memukul. Debus itu syiar, bukan kesombongan,”lanjutnya.

3. DIPLOMASI BUDAYA: EXTREME CULTURE LAHIR DARI TAUHID
“Biar dunia tau, Indonesia punya extreme culture yang akarnya dzikir & Qur’an, bukan klenik. Ini diplomasi tauhid lewat budaya,” ujar Tb Ismail.

KONSEP PENTAS: 198 PENDEKAR, REKOR MURI, DOA UNTUK SELAT SUNDA
Pentas _opening ceremony_ K-Fest 2026 akan menampilkan 99 Pendekar Banten + 99 Jawara Lampung dalam atraksi kolosal: tusuk jarum, minum minyak panas, makan bara api, bakar diri, iris tangan, main golok, hingga tangga golok. Semua disulam sholawat & lantunan ayat suci Al-Qur’an.

“Target kami pecahkan Rekor MURI Debus Surosowan Kolaborasi Terbesar. Closing-nya doa bersama untuk keselamatan Selat Sunda dan NKRI,” jelas Tb Ismail.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan *Gubernur Lampung dan Sekda Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M.saat menerima Silaturahmi Pengurus Surosowan, bahwa “budaya adalah identitas, keamanan adalah kebutuhan. Kalau keduanya jalan beriringan, Lampung akan makin maju.

REKOR MURI DEBUS SUROSOWAN KOLOSAL!
– Dari Kesultanan Abad 16 → K-Fest 2026_
-Ini bukan klenik. Ini TAUHID yang jadi budaya.
– Banten-Lampung serumpun. Jawara bersatu jaga NKRI.
– Agustus 2026. PKOR Way Halim. Saksikan sejarah!

KFest2026
DebusSurosowan #pendekrBantenBersatu LampungBanten #BudayaTauhid BravoGubernurLampung BravoSekdaProvinsiLampung

Zuhud di hati nggak silau panggung dunia.
Gaspol di aksi bikin Rekor MURI buat syiar tauhid.(**) Arwan

Related posts

Danlanud BNY Ikuti Rapim TNI-POLRI Wilayah Lampung

admin

Drs.H.Tamanuri, M.M Lakukan Kunjungan Kerja ke Desa Purbasakti

admin

Paisaludin SH, Desak Pemkab Pesawaran Segera Perbaiki Bendungan Yang Ambrol

admin