METRO//Monitor ekspres.com – RSUD Ahmad Yani dijadikan sebagai rumah sakit andalan yang telah ditetapkan menjadi pusat rujukan regional, RSU Ahmad Yani Kota Metro kini mencatat mobilitas pasien yang cukup tinggi dan terus meningkat seiring perannya menerima alihan pasien dari berbagai wilayah di sekitarnya. Saat ini, RSU Ahmad Yani Metro memiliki kapasitas sekitar 313 tempat tidur.
Yang menjadi catatan penting, tingkat keterisian tempat tidur tersebut secara konsisten berada di atas angka 90 persen, sebuah angka yang menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat serta tingginya beban pelayanan yang diemban rumah sakit ini, kata Direktur RSU Ahmad Yani Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes. Selasa (11/08/2026).

Menurutnya, tingginya angka keterisian tempat tidur ini sekaligus menjadi bukti nyata, bahwa masyarakat telah menaruh kepercayaan besar terhadap pelayanan yang diberikan.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dan seluruh tenaga medis untuk senantiasa menjaga mutu pelayanan, mengoptimalkan perputaran tempat tidur, serta memastikan setiap pasien tetap mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan manusiawi,” ujar Dr. Eko Hendro Saputra.
“Menjadi pusat rujukan regional, lanjut Eko, berarti tanggung jawab kita juga semakin besar. Tingginya tingkat keterisian tempat tidur di atas 90 persen ini, adalah amanah sekaligus tantangan yang harus kita jawab dengan kerja keras, kedisiplinan, dan inovasi pelayanan yang terus-menerus.
Kondisi ini, juga mendorong pihaknya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Metro dan Dinas Kesehatan guna menyusun langkah-langkah strategis, termasuk penambahan fasilitas, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan sistem rujukan, agar pelayanan tidak terhambat dan kualitas keselamatan pasien tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Menyinggung tentang fasilitas medis, Eko Hendro Saputra mengatakan, bahwa RSUD Jenderal A. Yani terus melengkapi sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hingga saat ini, peralatan medis yang dimiliki rumah sakit tersebut dinilai sudah memadai.
Mulai dari peralatan yang paling sederhana hingga perangkat kedokteran berteknologi tinggi, secara bertahap akan semakin lengkap guna memenuhi standar pelayanan yang semakin baik. Tidak hanya sekadar tersedia, peralatan yang dimiliki RSUD Jenderal A. Yani meliputi sejumlah perangkat canggih yang menjadi kebutuhan utama dan menjadi tren kebutuhan masyarakat saat ini,” imbuhnya.
Rumah sakit ini, kata Eko, juga telah dilengkapi pelayanan penunjang diagnostik dan terapi yang cukup modern dan canggih, antara lain CT-Scan 16 slice, X-ray diagnostik, panoramic dental X-ray, USG 4 dimensi, X-Ray Digital, Mammografi, peralatan Laparoskopi, hingga alat C-Arm.
Dengan ketersediaan peralatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih cepat, tepat, dan akurat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di kota lain,” tutup Dr. Eko Hendro Saputra.
Penilaian Ombudsman sendiri menjadi momentum bagi RSU Ahmad Yani Metro untuk melihat sejauh mana standar pelayanan yang telah diterapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan berbagai pembenahan yang terus dilakukan, manajemen rumah sakit berharap hasil evaluasi Ombudsman RI Perwakilan Lampung dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Bagi RSU Ahmad Yani Metro, predikat penilaian bukan sekadar angka atau penghargaan, tetapi menjadi cerminan dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Adv)
