Metro//Monitor ekspres.com – Heboh… IPLI ( Ikatan Pemuda Lampung Indonesia) yang didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Metro Abdulhak, geruduk Kantor Pemerintah Kota Metro guna memperjuangkan hak hak para 29 Honorer yang dirumahkan , yang dihadiri oleh perwakilan 8 tenaga honorer dari instansi pemerintahan baik dari dinas pendidikan maupun dinas yang lain, dengan membawa tuntutan agar para tenaga honorer yang dirumahkan agar dapat menjumpai Walikota Metro Bambang Iman Santoso guna menyampaikan Tuntutan mereka agar dapat terdaftar di dapodik.
Saat IPLI menggeruduk Pemkot Metro, Walikota beserta jajarannya termasuk Sekertaris Daerah tidak dapat menemui para pengunjuk rasa,dan tidak berada ditempat sehingganya gerbang Pemkot Metro tertutup dan sepertinya tidak memperbolehkan IPLI yang didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Abdulhak dan 8 orang perwakilan dari 29 tenaga honorer yang dirumahkan, untuk menyampaikan aspirasinya serta mencari Solusi atas beberapa tenaga honorer yang di rumahkan dan didapodik dinas pendidikan kota metro sudah tidak tercantum lagi nama nama tersebut.

Saat diwawancarai oleh media ini salah satu pengunjuk rasa yang kebetulan bertugas disalah satu sekolah dasar di kota metro yang namanya tak ingin disebutkan menyampaikan bahwa , dengan adanya unjuk rasa ini sekedar mempertanyakan nasib mereka selaku guru honorer yang sudah dirumahkan dan tidak terdaftar lagi didapodik, dengan tuntutan agar dapat berjumpa Walikota untuk memperjuangkan nasib mereka agar seperti semula lagi serta mendapatkan SK dari kementerian pendidikan.
” kami berharap dari 29 orang tenaga honorer ini, agar dapodiknya tidak dipensiunkan dan minta diaktifkan kembali serta tidak adanya intervensi dari dinas yang terkait,”jelasnya salah satu unjuk rasa inisial bunga ,saat dikonfirmasi oleh media ini.Senin (03/08/2026).
Lebih lanjut bunga menambahkan , sebagian mereka sebelumnya sudah memiliki sertifikat pendidik dengan adanya pengurangan jumlah tenaga honorer sehingganya kami sebagian hanya mendapatkan pekerjaan selaku guru ekskurikuler aja dan harapan kami Walikota dapat kembali mengaktifkan dapodik kami agar terdaftar dan tidak terhapus,”tutupnya bunga.(Arwan)
