Lampung Timur//Monitor ekspres.com – Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC-FPPI) kabupaten Lampung Timur ( lamtim) masa bakti 2026–2031 secara resmi di lantik oleh Ketua DPD FPPI Provinsi Lampung Hj. Adrina Yustitia, S.E. M.M yang dirangkaikan dengan Seminar nasional di aula rumah dinas bupati lamtim,Selasa (20/10/2026).
Pelantikan DPC FPPI di hadiri oleh Asisten 1,Drs.Zainudin,mewakili Bupati lamtim,Ela Siti Nuryamah, Ketua DPD FPPI Provinsi Lampung Hj. Adrina Yustitia,beserta jajaranya , unsur Forkopimda lamtim, para OPD/dinas instansi,Dewan Pertimbangan DPC FPPI lamtim,Huzaimah Azwar Hadi, Dewan Pakar FPPI,perwakilan dari polres lamtim, kodim/ 0429 lamtim, DPC GRANAT lamtim diwakili,Rahmat Hidayat, pengurus FPPI Lamtim dan jajarannya, serta peserta seminar.

Usai acara pelantikan di lanjutkan dengan seminar nasional dengan mengambil tema “perempuan berdaya bangsa berjaya”dengan narasumber,H.Andi Sanjaya, Lc ( Tokoh agama & praktisi High value man)
Bupati lamtim, Ela Siti Nuryamah dalam sambutan nya yang diwakili oleh asisten 1,Zainudin mengatakan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan sosial, pemerintahan, dan kebangsaan. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan melalui langkah berkelanjutan yang memperluas akses pendidikan, meningkatkan keterampilan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan membuka kesempatan berpartisipasi secara setara dalam pembangunan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamtim saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus FPPI lamtim yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di lamtim,” ujar Ela.
Ia berharap FPPI dapat mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi, mengembangkan potensi perempuan, serta menghadirkan program pemberdayaan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Zainudin juga menekankan pentingnya menjadikan seminar tersebut sebagai ruang pertukaran gagasan yang mampu melahirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi perempuan. Dengan kolaborasi yang kuat, perempuan lamtim diharapkan semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, “ungkap nya
Ketua DPC FPPI lamtim masa bakti 2026–2031, Aria Noprita menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Mengusung semangat “Perempuan Hebat Bersatu dan Bergerak Membangun lamtim melalui Kolaborasi dan Pemberdayaan”, Aria menekankan bahwa kekuatan perempuan terletak pada kemampuan untuk mengambil peran, membangun solidaritas, dan menggerakkan potensi bersama.
“Perempuan hebat bukan hanya perempuan yang berbicara tentang perubahan, tetapi perempuan yang mampu menjadi bagian dari perubahan. Bukan hanya berjalan sendiri, melainkan mampu mengajak, merangkul, dan menggerakkan perempuan lainnya untuk bangkit bersama,” ungkapnya.
Ia menyatakan, FPPI lamtim berkomitmen membangun organisasi yang berorientasi pada kerja nyata, menghadirkan solusi, dan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, FPPI membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, sertay seluruh elemen masyarakat.
Program kerja FPPI akan diarahkan pada peningkatan kapasitas perempuan, penguatan ekonomi keluarga, kepedulian sosial, dan berbagai kegiatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara Ketua DPD FPPI Provinsi Lampung Hj. Adrina Yustitia SE.MM menyampaikan bahwa pelantikan bukan hanya sebuah srimonial melainkan mumentum awal bagi DPC FPPI lamtim untuk menegakkan panji-panji perjuangan organisasi sebagaimana tertuang dalam azas prinsip organisasi FPPI yang berkomitmen untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan meningkatkan kapasitas serta produksi perempuan dan melawan segala bentuk diskriminasi, marjinalisasi, subordinasi, serta kekerasan terhadap perempuan.
Adrina berharap kepada seluruh jajaran DPC FPPI lamtim yang baru dilantik agar merapatkan barisan dan menyusun program kerja yang realistis, terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat di lamtim
FPPI merupakan mitra srategus pemerintah lampung timur oleh karena itu FPPI lamtim harus bersinergi dengan unsur Forkopimda lampung timur instasi terkait dan organisasi- organisasi wanita yang ada di lamtim guna memajukan kesejahteraan perempuan dan perlindungan perempuan serta anak.
” Jaga integritas FPPI jalankan amanah ini dengan penuh rasa tanggungjawab disiplin organisasi serta semangat kerja yang ikhlas dan kerja cerdas”, ujarnya
Ketua DPD Adrina juga menyampaikan pelantikan DPC FPPI Lamtim adalah pelantikan yang istimewa karena dilanjutkan dengan acara seminar nasional hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa FPPI Lamtim tidak hanya bergerak dalam lingkup kepengurusan saja tetapi juga berfokus pada edukasi, penguatan literisasi, serta peningkatan intelektual dan wawasan perempuan indonesia.
“Saya berharap kepada seluruh peserta dapat memanfaatkan seminar nasional ini dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu dan berdiskusi secara aktif dan merumuskan gagasan-gagasan kontrutif dengan demi kemajuan perempuan dan pembangunan daerah khususnya di Lamtim”, ujarnya.(*)
